
Banjarmasin (MAN 1 Banjarmasin) – Prestasi membanggakan kembali diraih siswa-siswi MAN 1 Banjarmasin dalam Kompetisi Karya Literasi Sasirangan tingkat SMA/sederajat se-Kalimantan Selatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Dalam event tahunan yang bertajuk “Pamor Borneo,” dua siswa MAN 1 Banjarmasin berhasil menonjolkan kreativitas dan kecintaan mereka terhadap kain sasirangan, sebuah warisan budaya Indonesia yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud dengan membawa dua juara yang diumumkan Sabtu (11/11/23).
Syafira Nabilah Azzahrah, siswi kelas XII, meraih prestasi luar biasa dengan meraih juara 1. Karyanya yang berjudul “Wadah Sasirangan Apps: Sasirangan Beyond Borders” berhasil menggambarkan bagaimana sasirangan dapat menjadi sebuah platform yang mendukung pertukaran budaya lintas batas. Ide inovatif Syafira tidak hanya memenangkan hati juri, tetapi juga menginspirasi banyak orang.
Sementara, siswi kelas XI Shafa Aulia Ramadhani meraih posisi juara 2 dengan karyanya yang berjudul “Aplikasi Corak Ragam Batik Sasirangan sebagai Ikon Pada Mata Uang Rupiah Republik Indonesia”. Karyanya menonjolkan keindahan corak batik sasirangan sebagai ikon nasional pada mata uang Rupiah, membuktikan bahwa keindahan budaya lokal dapat diangkat ke tingkat Nasional.
Lomba yang diadakan secara daring pada tanggal 11-30 September 2023 ini merupakan upaya Bank Indonesia Kalsel untuk mengembangkan potensi kain sasirangan. Sasirangan, yang diakui sebagai warisan budaya Indonesia, menjadi fokus dalam rangkaian acara “Pamor Borneo” sebagai wujud komitmen BI Kalsel dalam melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya lokal.
Kegiatan puncak “Pamor Borneo” dan penyerahan hadiah dilaksanakan secara offline di Auditorium ULM Banjarbaru pada tanggal 10 November 2023. Selain mendapatkan penghargaan, para pemenang juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan ide-ide mereka bersama dengan Bank Indonesia dalam mendukung pelestarian kain sasirangan.
Prestasi gemilang ini tidak hanya membanggakan sekolah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya Indonesia melalui karya-karya kreatif mereka. Siswa MAN 1 Banjarmasin membuktikan bahwa melibatkan diri dalam upaya pelestarian budaya dapat membawa dampak positif yang besar.
