Banjarmasin (MAN 1 Kota Banjarmasin) – MAN 1 Kota Banjarmasin kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi. Hal ini tampak dari keterlibatan salah satu guru kimia MAN 1 Banjarmasin sebagai validator instrumen penelitian mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dalam pengembangan e-modul berbasis STEM yang kontekstual dengan kondisi lahan basah, Kamis (22/01/26).

Kegiatan validasi tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari proses akademik penelitian mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia FKIP ULM. Dalam suasana diskusi yang aktif dan kolaboratif, validator memberikan masukan substansial terkait kelayakan isi, kebahasaan, hingga kesesuaian e-modul dengan karakteristik peserta didik di madrasah, khususnya pada materi titrasi asam basa.

Berdasarkan surat penunjukan resmi dari Jurusan Pendidikan Kimia FKIP ULM, Hj. Budi Astuti, M.Ed., guru Kimia MAN 1 Banjarmasin, dipercaya sebagai validator instrumen penelitian berjudul “Pengembangan E-Modul Berbasis STEM Berkonteks Lahan Basah pada Materi Titrasi Asam Basa untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas XII MAN 1 Banjarmasin.” Kepercayaan ini menjadi bukti pengakuan terhadap kompetensi dan profesionalisme guru madrasah.

Hj. Budi Astuti, M.Ed. menyampaikan bahwa keterlibatan guru dalam penelitian mahasiswa merupakan bentuk kontribusi nyata dunia pendidikan menengah terhadap pengembangan inovasi pembelajaran. “E-modul berbasis STEM dengan konteks lahan basah sangat relevan dengan kondisi Kalimantan Selatan. Ini tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep kimia, tetapi juga menumbuhkan keterampilan berpikir kritis dan proses sains siswa,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan. E-modul interaktif memungkinkan siswa belajar lebih mandiri, fleksibel, dan kontekstual, sejalan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21 dan implementasi Kurikulum Merdeka.

Kolaborasi antara MAN 1 Banjarmasin dan Universitas Lambung Mangkurat ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang lebih luas. Selain mendukung kelancaran penelitian mahasiswa, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara madrasah dan perguruan tinggi dalam mencetak generasi pembelajar yang unggul dan berdaya saing.

Melalui peran aktif guru sebagai mitra akademik, MAN 1 Kota Banjarmasin semakin menegaskan posisinya sebagai madrasah yang adaptif, inovatif, dan terbuka terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Langkah ini sekaligus menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lain untuk terus berkolaborasi demi kemajuan pendidikan Indonesia.