
Banjarmasin (MAN 1 Kota Banjarmasin) – Sejumlah guru MAN 1 Kota Banjarmasin menghadiri kegiatan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H yang digelar di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Kamis malam (10/07/25). Kegiatan yang dimulai setelah Salat Magrib berjamaah ini diisi dengan doa bersama dan tausiah yang memberi ruang refleksi spiritual di awal tahun hijriyah.
Tausiah malam itu menyampaikan pesan-pesan mendalam, terutama tentang makna hijrah sebagai proses perubahan diri ke arah yang lebih baik. Hijrah tidak selalu berarti perubahan fisik, tetapi lebih kepada perbaikan sikap, pola pikir, dan kebiasaan sehari-hari. Setiap langkah kecil yang membawa seseorang menuju kebaikan adalah bentuk hijrah yang sejati.
Selain itu, disampaikan pula pentingnya menjaga lisan, khususnya dalam konteks kekinian. Di era teknologi tinggi seperti saat ini, ucapan tak hanya keluar dari mulut, tetapi juga melalui jari—dalam bentuk unggahan, komentar, atau status di media sosial. Maka, kehati-hatian dalam berucap dan menulis menjadi cermin akhlak yang harus dijaga.
Pesan lain yang menguatkan adalah soal pertemanan. Lingkungan pergaulan sangat memengaruhi arah hidup seseorang. Memilih teman yang mendorong pada kebaikan dan menjauh dari keburukan menjadi salah satu bentuk ikhtiar dalam memperbaiki diri secara berkelanjutan.
Salah satu guru MAN 1 Kota Banjarmasin yang hadir, Dewi Sarastuti, mengaku merasakan banyak pengingat penting dari tausiah malam itu. “Saya merasa mendapat penyegaran hati. Diingatkan lagi bahwa menjaga diri, memilih teman yang positif, dan menyaring kata-kata termasuk di media sosial adalah langkah nyata menuju pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Kehadiran para guru dalam kegiatan ini bukan hanya bentuk kepedulian terhadap nilai-nilai keislaman, tetapi juga komitmen untuk terus menanamkan semangat hijrah dalam kehidupan pribadi, sosial, maupun di lingkungan madrasah.
